Sabtu, 17 Maret 2012

Akhirnya La Nyalla Pimpin PSSI



 Akhirnya La Nyalla Pimpin PSSI
Itulah ambisi, itulah cita-cita yang terselubung. Sebuah konspirasi yang cantik telah dibangun semenjak awak kepemimpinan Djohar Arifin Husin.
Isu bahwa Djohar hanya dititip 3 bulan sebagai Ketum PSSI ternyata tak menglengserkan sang Professor. Menggabungkan Klub-klub ISL dibawah kompetisi tak resmi PSSI juga tak menggoyahkan posisi DAH. Gugatan demi gugatan ke CAS belum bisa mematahkan semangat Ketua Umum Resmi PSSI.
Dan akhirnya sebuah Komite dengan nama Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang diketuai oleh Toni A pun terbentuk. Bukan sembarang komite tapi ini khusus untuk mendongkel Sang Penguasa Resmi PSSI. Siapa lagi kalau bukan Bapak Djohar Arifin Husen.
Begitu rumitnya cara yang ditempuh dan begitu panjang cita-cita itu. Dengan tetap berpegang pada pribahasa “Banyak jalan menuju Roma”, akhirnya La Nyalla M tetap berteguh hati dengan cita-citanya. Dengan ribuan trik, KPSI diarahkan seakan-akan menjadi lembaga resmi. Berkantor di Senayan, menggugah sahabat di Koni, memelintir keputusan-keputusan PSSI, memanfatkan pendukung dan klub, memanfaatkan  pemain dan juga memanfaatkan mesin politik yang ada.
Pada awalnya, KPSI yang akan menggelar KLB pada 18 Maret 2011 masih terlihat cantik, dengan agenda memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dam anggota EXCO KPSI. Ingat, ini hanya untuk memilih pengurus KPSI yang resmi, bukan memilih pengurus PSSI. Telah banyak nama mendaftar, ada Alex, ada Gusti Rangga, ada La Nyalla, dan nama lainnya yang tak mau saya hafal atau googling di internet. Seperti benar-benar demokratis.
Sehari menjelang KLB KPSI, semua berubah. Kebenaran pun terungkap. Ternyata KPSI hanyalah armada untuk menggapai cita-cita La Nyalla M sebagai Ketua Umum PSSI. La Nyalla secara terang-terangan mengatakan sangat berambisi menjadi Ketua Umum PSSI dan dengan restu Nirwan Bakrie, beliau mengandeng Direktur Teknik Pelita Jaya, Rahim Soekasah sebagai Wakilnya.
Jika La Nyalla terpilih dalam Kongres KPSI sebagai Ketua Umum KPSI, maka dia akan segera mengumumkan dirinya sendiri sebagai Ketua Umum PSSI meski tidak ada yang memilihnya.
Selamat!
Akhirnya La Nyalla Pimpin PSSI

berita utama

pemain terbaik terhandal diantara kalian..
~messi~

Mesi, Dewa Bola Sejati!

Tidak berlebihan jika pemain sekelas Samuel Etoo memberi Julukan kepada Leonel Mesi sebagai dewa bola hari ini. Penghargaan sebagai Pemain terbaik dunia secara berturut-turut 2009 dan 2010 menjadi bukti kegeniusan, kelincahan, ketrampilan, kesabaran dan konsistensi Mesi dalam menggeluti profesinya sebagai pemain sepak Bola. Jika dirata-rata hampir tiap kali pertandingan dia selalu menorehkan goal-goal cantik yang selalu ditunggu penggemarnya di seluruh dunia. Bahkan, Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina, Julio Grondona menilai Mesi sebagai yang terbaik diantara legendaris Argentina seperti Maradona, Riquelme dan Veron.
Menjadi Pemain sepak bola terbaik di jagad ini tentu bukan hal yang mudah, kecintaan mesi terhadap bola sudah dimulai sejak dini, bakat yang dia miliki diasah secara terus menerus melalu pendidikan yang bermutu. Dalam asuhan sang Guru, Mesi selalu menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan dalam berlatih. Kematangan Mental yang dimiliki merupakan buah dari kesadarannya akan  filosopi sepakbola, bermain sportif dilapangan merupakan hal yang harus dijunjung tinggi.
Setiap melihat permainan Mesi dilapangan, akan tampak keindahan sepak bola. Mesi telah melampaui sisi permainan fisik semata. Permainannya yang harmonis menjadikan sepak bola sebagai sajian seni pertunjukan yang menawan. Bahkan kepribadiannya bisa dijadikan contoh untuk semua pemain sepak bola di dunia dan jutaan penggemarnya yang ada dijagad ini.
Bravo Mesi!!!
Kami tunggu aksi-aksi Genius dan Indahmu!!!